Sabtu, 08 September 2012


ÉOó¡Î0 «!$# Ç`»uH÷q§9$# ÉOŠÏm§9$#
Dinamika kaderisasi Pemuda
Oleh : Harun nur rosyid
PENDAHULUAN
Dinamika internal Pemuda Muhammadiyah ternyata lebih banyak menyita waktu dan perhatian Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Karanganyar. Hal itu sungguh dirasakan dengan minimnya peran kemasyarakatan yang dilakukan oleh pemuda Muhammadiyah Karanganyar di tengah – tengah semangat untuk mengembangkan Karanganyar menjadi kiblat pengembangan masyarakat yang sejahtera dan agamis. Kegiatan yang berbasis Kaderisasi dan Pengkajiaan Agama tidak dapat dilaksanakan secara maksimal, baik yang dilaksanakan secara mandiri maupun kerjasama dengan pihak lain. Program Pemerintah Daerah Kabupaten Karanganyar belum mampu bersinergis dengan program Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Karanganyar. Hal ini terlihat dari minimnya perhatian pemerintah Daerah Kabupaten Karanganyar kepada Pemuda Muhammadiyah sebagai Organisasi Kepemudaan yang memiliki jaringan sampai tingkat Cabang dan Ranting. Sementara upaya komunikasi yang dibangun belum mampu melahirkan saling percaya bahwa Pemuda Muhammadiyah Karanganyar mampu berbuat dan bersinergis dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Karanganyar.
dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar.
 dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".
Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.
dan Kami meneguhkan hati mereka diwaktu mereka berdiri, lalu mereka pun berkata, "Tuhan Kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; Kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, Sesungguhnya Kami kalau demikian telah mengucapkan Perkataan yang Amat jauh dari kebenaran".
dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang saleh.
Sesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam (Surat) ini, benar-benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah (Allah).
dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.
LATAR BELAKANG
Pemuda Muhammadiyah perlu mempetegas jati dirinya sebagai Organisasi kader, pelopor, pelangsung, dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah sehingga menjadi pengawal dan perisai yang efektif bagi eksistensi dan kelangsungan perjuangan perserikatan.
Pemuda Muhammadiyah perlu memperkuat eksistensinya sebagai gerakan Pemuda Islam yang mencerahkan, simpatik, menggembirakan amal shaleh baik spiritual maupun social menuju pecapaian masyarakat sejahtera lahir dan batin.
Muhammadiyah beserta seluruh kekuatannya dihadapkan oleh problem rutinitas yang bersifat teknis, administrasi dan berokrasi sehingga sedikit banyak melupakan fungsi gerakan pokok dan mendasar. Rutinitas institusional membawa rendahnya motivasi untuk menempatkan Pemuda Muhammadiyah sebagai gerakan Perjuangan seseorang atau kelompok orang berdasar visi yang diyakini dapat membawa dirinya menjadi pribadi yang memiliki nilai lebih diantara kaum muslimin yang lainnya. Namun yang banyak justru ber-Muhammadiyah seseorang mendapat pemenuhan kepentingan-kepentingan yang bersifat pribadi.
Akhirnya Muhammadiyah berjalan tanpa kekuatan idialisme para pengeraknya, perjuangan dilakukan tanpa militansi, dan amal usaha yang diusahakan di luar pengajian tidak ubahnya layanaan umum tanpa pesan atau sekedar lapangan kerja bagi angkatan kerja yang semata didasari oleh pemenuhan kebutuhan ekonomi. Maka hari ini dan mungkin waktu yang panjang kita dihadapkan pada problem melemahnya militansi dan pemahaman idiologi perserikatan sebagai ruh / manhaj gerakan. Belum lagi problem umum yang di rasakan akhir – akhir ini, yaitu ke-engganaan kaum muda untuk di ikat oleh tanggung jawab kepemimpinan organisasi yang bersifat nir laba dengan tanggung jawab moral dan social yang tinggi, seperti Pemuda Muhammadiyah.
Dalam pelaksanaan tugasnya Pemuda Muhammadiyah di hadapkan problematika umum bahwa:
1.      Minata kalangan muda Islam yang menurun terhadap gerakan aktifitas organisasi kemasyarakatan, dan maraknya alternative baru dengan model dan gerakan yang spesifik lebih menarik bagi mereka termasuk kalangan muda muhammadiyah, hingga memperlambat kualitas dan kuantitas kader, terutama perkotaan.
2.      Melemahnya kegiatan training / kaderisasi formal disemua tingkat dan ortom, melahirkan rutinitas teknik-administrasi sepi dinamika kader di AUM. Karena tidak membutuhkan transformasi personal secara cepat tetapi menunggu usia pensiun. Sementara daya tarik Muhammadiyah saat ini justru berada pada AUM. Hal ini menghambat senergi peran Pemuda Muhammadiyah dengan AUM.
Ÿwöqn=sù tb%x. z`ÏB Èbrãà)ø9$# `ÏB ôMä3Î=ö6s% (#qä9'ré& 7p¨ŠÉ)t/ šcöqpk÷]tƒ Ç`tã ÏŠ$|¡xÿø9$# Îû ÇÚöF{$# žwÎ) WxŠÎ=s% ô`£JÏiB $uZøŠpgUr& óOßg÷YÏB 3 yìt7¨?$#ur šúïÏ%©!$# (#qßJn=sß !$tB (#qèù̍ø?é& ÏmÏù (#qçR%x.ur šúüÏB̍øgèC  
116. Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.
ö@è% (#qããôtRr& `ÏB Âcrߊ «!$# $tB Ÿw $oYãèxÿZtƒ Ÿwur $tRŽÛØtƒ ŠtçRur #n?tã $oYÎ/$s)ôãr& y÷èt/ øŒÎ) $uZ1yyd ª!$# É©9$%x. çmø?uqôgtFó$# ßûüÏÜ»u¤±9$# Îû ÇÚöF{$# tb#uŽöym ÿ¼ã&s! Ò=»ysô¹r& ÿ¼çmtRqããôtƒ n<Î) yßgø9$# $oYÏKø$# 3 ö@è% žcÎ) yèd «!$# uqèd 3yßgø9$# ( $tRóÉDé&ur zNÎ=ó¡ä^Ï9 Éb>tÏ9 šúüÏJn=»yèø9$#
  ÷br&ur (#qßJÏ%r& no4qn=¢Á9$# çnqà)¨?$#ur 4 uqèdur üÏ%©!$# Ïmøs9Î) šcrçŽ|³øtéB  
71. Katakanlah: "Apakah kita akan menyeru selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita dan tidak (pula) mendatangkan kemudharatan kepada kita dan (apakah) kita akan kembali ke belakang[488], sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh syaitan di pesawangan yang menakutkan; dalam Keadaan bingung, Dia mempunyai kawan-kawan yang memanggilnya kepada jalan yang Lurus (dengan mengatakan): "Marilah ikuti kami". Katakanlah:"Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah (yang sebenarnya) petunjuk; dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam,
72. dan agar mendirikan sembahyang serta bertakwa kepadaNya". dan Dialah Tuhan yang kepadaNyalah kamu akan dihimpunkan.

ö@è% $pkšr'¯»tƒ â¨$¨Z9$# bÎ) ÷LäêZä. Îû 7e7x© `ÏiB ÓÍ_ƒÏŠ Ixsù ßç6ôãr& tûïÏ%©!$# tbrßç7÷ès? `ÏB Èbrߊ «!$# ô`Å3»s9ur ßç6ôãr& ©!$# Ï%©!$# öNä38©ùuqtGtƒ ( ÝVöÏBé&ur ÷br& tbqä.r& z`ÏB tûüÏZÏB÷sßJø9$#
   ÷br&ur óOÏ%r& y7ygô_ur ÈûïÏe$#Ï9 $ZÿÏZym Ÿwur ¨ûsðqä3s? šÆÏB šúüÏ.ÎŽô³ßJø9$#  
104. Katakanlah: "Hai manusia, jika kamu masih dalam keragu-raguan tentang agamaku, Maka (ketahuilah) aku tidak menyembah yang kamu sembah selain Allah, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu dan aku telah diperintah supaya Termasuk orang-orang yang beriman",
105. dan (aku telah diperintah): "Hadapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas dan janganlah kamu Termasuk orang-orang yang musyrik.
PENUTUP
$pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãYtB#uä (#qà)®?$# ©!$# ¨,ym ¾ÏmÏ?$s)è? Ÿwur ¨ûèòqèÿsC žwÎ) NçFRr&ur tbqßJÎ=ó¡B
 (#qßJÅÁtGôã$#ur È@ö7pt¿2 «!$# $YèÏJy_ Ÿwur (#qè%§xÿs? 4 (#rãä.øŒ$#ur |MyJ÷èÏR «!$# öNä3øn=tæ øŒÎ) ÷LäêZä. [ä!#yôãr& y#©9r'sù tû÷üt/ öNä3Î/qè=è% Läêóst7ô¹r'sù ÿ¾ÏmÏFuK÷èÏZÎ/ $ZRºuq÷zÎ) ÷LäêZä.ur 4n?tã $xÿx© ;otøÿãm z`ÏiB Í$¨Z9$# Nä.xs)Rr'sù $pk÷]ÏiB 3 y7Ï9ºxx. ßûÎiüt6ムª!$# öNä3s9 ¾ÏmÏG»tƒ#uä ÷/ä3ª=yès9 tbrßtGöksE  
102. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam.
103. dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.
$uK¯RÎ) ãNä3ŠÏ9ur ª!$# ¼ã&è!qßuur tûïÏ%©!$#ur (#qãZtB#uä tûïÏ%©!$# tbqßJÉ)ムno4qn=¢Á9$# tbqè?÷sãƒur no4qx.¨9$# öNèdur tbqãèÏ.ºu
   `tBur ¤AuqtGtƒ ©!$# ¼ã&s!qßuur tûïÏ%©!$#ur (#qãZtB#uä ¨bÎ*sù z>÷Ïm «!$# ÞOèd tbqç7Î=»tóø9$#  
55. Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).
56. dan Barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, Maka Sesungguhnya pengikut (agama) Allah Itulah yang pasti menang.

Senin, 03 September 2012

Sabar itu indah….


Tulisan ini merupakan saduran dari la tahzan karya besar Dr.’Aidh al-Qarni penulis mencoba menulis ini sesuai dengan suasana hati …. Yang mungkin bias di rasakan oleh pembaca semua..
Bersabar diri menurut beliau merupakan ciri orang yang menghadapi berbagai permasalahan dengan lapang dada, kemauan yang keras,  serta ketabahan yang besar. Karena itu, jika tidak sabar, maka apa yang bias kita lakukan?
Apa mungkin anda memiliki solusi selain bersabar ? atau anda memiliki senjata lain selain bersabar  yang dapat digunakan ?
Konon serang pembesar di Negri ini mempunyai ladang penggembalaan dan lapangan yang selalu di timpa musibah yang silih berganti musibah itu. Meskipun demikian, ternyata meskipun demikian dia tetap bertahan dengan perisai kesabaran dan keyakinan kepada Allah. Yang pada akhirnya Allah menolong sehingga dia berhasil.
Bersabarlah karena Allah.. dan sebaiknya ada bersabar sebagaimana yakin akan datangnya kemudahan, mengetahui tempat kembali yang terbaik, mengharap pahala, dan senang mengingkari kejahatan. Seberapa pun besar permasalahan yang kita hadapi tetap bersabar. Jalan keluar dating bersama kesulitan. Dan, setiap kesulitan itu ada kemudahan.
Saya (penulis) pernah membaca biografi sejumlah orang terkenal dan tertegun dengan besarnya kesabaran dan agungnya ketabahan mereka dalam menghadapi kesulitan yang dialaminya. Deraan musibah itu seperti setetes air yang dingin yang memercik di kepala mereka , mereka tak tergoyang laksana gunung,dan menancap jauh ke dalam kebenaran. Dalam waktu singkat mereka dapat melupakan kesedihan dan wajah mereka kembali berbinar menyorotkan cahaya kemenangan. Ini tulisan untuk pelipur lara hati…..

Minggu, 02 September 2012

RAHSIA KHUSYUK DALAM SEMBAHYANG



Seorang ahli ibadah bernama Isam bin Yusuf, dia sangat warak dan sangat khusyuk solatnya.
Namun dia selalu khuatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk dan selalu bertanya kepada orang yang
dianggapnya lebih ibadahnya, demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasakan kurang khusyuk.

Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Isam dan bertanya :
"Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan solat?"

Hatim berkata : "Apabila masuk waktu solat aku berwudhu' zahir dan batin."

Isam bertanya, "Bagaimana wudhu' zahir dan batin itu?"

Hatim berkata, "Wudhu' zahir sebagaimana biasa, iaitu membasuh semua anggota wudhu' dengan air.
Sementara wudhu' batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara :-

1. bertaubat

2. menyesali dosa yang dilakukan

3. tidak tergila-gilakan dunia

4. tidak mencari / mengharap pujian orang (riya')

5. tinggalkan sifat berbangga

6. tinggalkan sifat khianat dan menipu

7. meninggalkan sifat dengki


Seterusnya Hatim berkata, "Kemudian aku pergi ke masjid, aku kemaskan semua anggotaku dan menghadap
kiblat. Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku bayangkan Allah ada di hadapanku, syurga di
sebelah kananku, neraka di sebelah kiriku, malaikat maut berada di belakangku, dan aku bayangkan pula
bahawa aku seolah-olah berdiri di atas titian 'Sirratul Mustaqim' dan aku menganggap bahawa solatku
kali ini adalah solat terakhirku, kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik.


Setiap bacaan dan doa dalam solat kufaham maknanya, kemudian aku ruku' dan sujud dengan tawadhu',
aku bertasyahhud dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku bersolat
selama 30 tahun."

Apabila Isam mendengar, menangislah dia kerana membayangkan ibadahnya yang kurang baik bila
dibandingkan dengan Hatim.

Sabtu, 01 September 2012

Jumat, 31 Agustus 2012

Sejarah Pemikiran Tokoh Ekonomi Islam


Sejarah pemikiran tokoh silam sering mencetuskan nilai cetusan tamadun yang tersendiri. Gambaran dan idea yang dimuntahkan menceritakan seribu satu rahsia sistem tamadun ketika itu. Apa yang kita hadapi hari ini di era yang diperkatakan sebagai "Globalisasi" dengan serangan idea pemikiran yang dikatakan menghakis nilai norma ketimuran dan kewujudan hak asasi manusia tanpa batas menceritakan sejarah kebangkitan dan keruntuhan tamadun sebelum ini.

Melihat kerencaman sistem yang makin jauh dari nilai norma Islami dan keruntuhan akhlak tamadun dikalangan populasi manusia muslim, menceritakan dan menggambarkan sejauh mana nilai akidah muslim hari ini. Keruntuhan sistem kapitalis hari ini dalam ekonomi contohnya menunujukkan kekalutan pemikiran manusia yang disangka sempurna dunia barat hakikatnya menyimpang dari keamanan Islam sebenar. Sistem politik, ketenteraan, pendidikan, pentadbiran dan juga pengurusan hari ini sebenarnya amat memerlukan usaha muamalat(syariah) untuk mengambil tempat dalam hal ini.

Sistem pasaran gagal yang dirajai kapitalis hari ini yang bermatlamat keuntungan sangat dipandang berbeza tokoh ekonomi Islam dahulu. Tuduhan fahaman teokrasi yang dilemparkan Barat ke atas dunia pemerintahan Islam di zaman Khulafa Ar-Rasyidin, Muawiyah, Abbasiyah dan seterusnya amat kurang tepat. Tuduhan mereka palsu belaka, pemisahan yang dilakukan golongan Athies terhadap agama dengan muamalat amatlah celaka dan tidak berguna kerana menganggap diri mereka lebih memahami manusia.

Disini penulis ingin sekali menceritakan bagaimana penulisan sejarah sebelum ini menggambarkan tokoh-tokoh seperti Mohammad Iqbal, Ibn Khaldun, Ibn Taymiyyah, Al-Ghazali, Abu Yusof dan seumpamanya yang ditulis sebagai tokoh agama 100% amatlah tidak tepat dan menyalahi nilai etika sejarah itu sendiri. Melihat kepada penulisan-penulisan mereka kita dapat lihat nilai Islam yang menganjur umatnya tunduk kepada Allah swt dan menyelongkar rahsia alam, menjadi sahutan tokoh-tokoh ini. Mereka telah lama menghadam segala asas agama Islam sehingga mencari ilmu bermanfaat lain demi kepentingan umat Islam dan membuktikan kesyumulannya berbanding agama lain.

Penulis meletakkan beberapa fasa, yang mana fasa-fasa ini hadir dari buah pemikiran tuan guru penulis sendiri iaitu Profesor Dr. Joni Tamkin Borhan. Beliau mendatangkan beberapa fasa selepas tamat zaman Khalifah Ar-Rasyidin. Di antara 700 Masihi sehingga 1940-an terdapat 3 fasa diwujudkan. Tidak dinafikan sumbangan awal pembukaan Islam sebagaimana dengan kewujudan konsep tabbaru' yang dikatakan asas takaful menurut Prof. Dr. Abdullah Alwi ketika pembukaan negara kecil Madinah sehinggalah kewujudan sistem pasaran dan cukai serta kewujudan dewan Jundi di zaman Umar al-Khattab menceritakan pemikiran ekonomi Islam diperingkat awal.

Begitupun fasa yang lebih tersusun yang lahir dari tokoh-tokoh selepas Khalifah Ar-Rasyidin melalui penulisan kitab mereka akan penulis sembahkan. Ini kerana di zaman ini bermula satu fokus teori-teori khas tentang pemikiran ekonomi Islam telah dibukukan.


ABU YUSOF (798 M)

-Perintis pemikiran ekonomi Islam awal, dengan pengenalan kitab terkenal beliau KITAB AL-KHARAJ.
-Aplikasi teori beliau digunapakai dalam zaman Khalifah Harun Ar-Rasyid.
-Membincangkan kewangan secara umum, pengurusan cukai, pembahagian tanah, keseimbangan harga dan tanggungjawab kerajaan dalam ekonomi.
-Perbincangan Abu Yusuf berkaitan dengan sumbangan pertanian dan cukai yang dikenakan terhadap hasil dan ekuiti.
-Dalam kitab beliau Abu Yusof ada juga berbicara soal permintaan dan penawaran barangan dalam pasaran, kawalan harga, ihtikar(sorokon barang), monopoli dan lain.

YAHYA ADAM AL-QURASHI (818 M)

-Beliau tokoh pemikir awal yang mengemukakan teori kewangan awam di zaman Abbasi.
-Buku beliau yang terkenal bernama AL-KHARAJ juga yang tamat penulisan dan pembukuannya di zaman Khalifah al-Ma'mun.
-Yahya Adam Al-Quraishi melihat himpunan kompilasi hadith yang pelbagai menjadi asas penyelesaian pertikaian permasalahan berkaitan masalah ekonomi dalam negara terutama berkenaan isu Al-Ghanimah, Al-Fai' dan Cukai. Ini berbeza dengan Kitab Al-Kharaj (Abu Yusof) yang meletakkan kaedah analisis undang-undang sebagai bermulanya teori penyelesaian sesutu isu dalam negara.

ABU UBAYD AL-QASIM B. SALLAM (838M)

-Terkenal dengan KITAB AL-AMWAL beliau yang menjadi kitab khas teori yang berkaitan kewangan Islam dizaman itu yang mana kedudukannya setaraf denga AL-KHARAJ (Abu Yusof).
-Dibahagian awal Kitab al-Amwal beliau banyak menceritakan pengurusan harta berpandukan Al-Quran dan As-Sunnah.
-Secara terperinci kitab ini banyak menceritakan 3 jenis kutipan dan hasil iaitu zakat, al-ghanimah, al-fai' dan usyur.

ABU QASIM AL-JUNAYD AL-BAGHDADI (910M)

-Merupakan tokoh sufi(sufisme) yang juga merupakan seorang ahli peniaga dan saudagar yang meyakini bahawasanya ilmu tassawuf banyak mendidiki pasaran berlaku secara adil dan saksama serta mengelak kepentingan diri dalam pasaran seterusnya membina falsafah ekonomi Islam yang tersendiri berlainan dari fitrah sistem yang jauh dari nilai Islami.
-Seterusnya menegaskan penerapan nilai sufi banyak meletakkan pasaran dalam keredhaan dan nilai usaha yang bermatlamatkan dunia dan akhirat serta berlandaskan syariah.

AL-MAWARDI (d. 450 AH / 1058 AD)

-Tokoh Islam yang masyhur ini memiliki idealistik tersendiri. Latar belakang beliau yang terlibat dalam politik dan pentadbiran kerajaan telah memungkin hadirnya KITAB AL-AHKAM AL-SULTANIYAH di dunia ini.
-Kitab ini banyak menyentuh perkaitan ekonomi Islam dalam konteks Makro seperti meguruskan pendapatan dan perbelanjaan, menjaga hak awam, dan hak istimewa dalam meluaskan pasaran.
-Beliau menekan kewujudan Institusi Hisbah yang diuruskan muhtasib selaku jurubicara keadilan dalam pasaran.
-KITAB ADAB AL-DIN WA DUNYA, merupakan kitab menyentuh perihal falsafah ekonomi Islam menurut Al-Mawardi contohnya perilaku pasaran, kebajikan dan menjadi muslim yang baik.
-Kitab ini juga membicarakan pertanian, penternakan, perdagangan dan perindustrian sebagai empat sektor utama.
-Beliau juga menyentuh perihal kewangan Islam mengenai prinsip al-Mudharabah dalam kertas kerja beliau yang dinamakan al-Hawi.

Fasa pertama melihatkan pembukuaan awal secara penulisan dan pembentukan teori yang banyak diaplikasikan dalam kehidupan dan sosiologi kemanusian ketika itu. Tokoh-tokoh agama yang dilihat dari kaca mata golongan barat ini sebenarnya duduk sama tinggi dalam pentadbiran kerajaan demi memastikan muamalat yang bertepatan dengan syariat terbina.

Fasa ini melihatkan kelahiran beberapa pakar fiqh dan sufi yang membentuk hukum ekonomi Islam sama ada dibina dari sudut falsafah ataupun perundangan. Al-Qasim Al-Junayd Al-Baghdadi sendiri memperlihatkan pemikiran sufi beliau tidak pernah menghalang dari keterlibatan dalam muamalat dan meyakini falsafah dari sufisme dalam membentuk pemikiran Islam berbanding tokoh lain yang membinanya dari analisis perundangan mahupun kompilasi hadith. 

merenung......

Saat ini yang bisa ku lakukan hanya merenung sambil duduk.... dengan tak henti-hentinya berdoa..... Kelihantan Allah masih mencintai hambanya ini dengan berbagai macam cobaan yang di berikan padaku, sehingga aku lulus tidak dengan ujian ini....Aku sendiri habis sakit yang sekarang masih dalam penyembuan... mamak sedang sakit yang sekarang di langkat medan sana... ''''' hati sedang sakit juga...teman dekat sedang bersedih .....membuat hati pilu....dalam piluku aku mencoba merenung hikmah apa yang bisa ku ambil dengan derita ini....